NUSAKAMBANGAN ISLAND

Dikirim pada tanggal 01 Maret 2011.

"NUSAKAMBANGAN ISLAND"


INDONESIAN ALCATRAZ


(Oleh: Kusumardani)


 


Do you know Alcatraz? Yup.....benar (bagi yang tahu).Yang belum tahu , Alcatraz adalah sebuah pulau di kawasan Amrik sana yang fungsinya sebagai pulau penjara miliknya Amerika Serikat. Dengar kata "pulau penjara" yang ada dalam pikiran kita adalah sebuah pulau terpencil jauh di tengah laut. Penghuni pulau itu hanya ada dua jenis yaitu para narapidana dan sipirnya. Seperti yang sering kita lihat di film-film Hoolywood itu.


Indonesia ternyata juga punya pulau penjara seperti Alcatraz lho. Pernah dengar nama Pulau Nusakambangan ? Pulau ini beberapa waktu cukup populer yaitu ketika gembong teroris Amrozi cs akan di eksekusi. Yup, Nusakambangan merupakan "pulau penjara" yang ada di Indonesia.


Di mana sih Nusakambangan itu? Secara administratif terletak di wilayah kabupaten Cilacap. Di sebelah selatan kota Cilacap. Bagi orang yang baru pertama kali datang ke Cilacap pasti akan heran kalo pulau penjara Nusakambangan letaknya begitu dekat daratan Cilacap. Banyak dari mereka yang mengira Nusakambangan adalah bukit Srandil yang terletak di Adipala tetapi terlihat seperti pulau di tengah laut dari pantai Teluk Penyu. Pulau Nusakambangan memanjang dari timur ke barat. Pulau ini juga merupakan pelindung kota Cilacap dari ganasnya ombak Samudera Hindia di sebelah selatan pulau Jawa. Ingat bencana tsunami yang menimpa Pangandaran dan sekitarnya tahun 2006? Duh, ngeri  membayangkan andaikata tidak ada pulau Nusakambangan di selatan Cilacap.


 


        Nusakambangan sebagai pulau penjara. Ya tentu saja di sana ada Lembaga Pemasyarakatan yang fungsinya membina para Narapidana selama menjalani masa hukumannya. Memang sejak kapan sih Nusakambangan jadi pulau penjara? Sejak tahun 1908. Pemerintah Kolonial Belanda menetapkan Nusakambangan sebagai salah satu "Prison Island" yang ada di wilayah Hindia Belanda. Lho berarti ada pulau lain dong yang jadi pulau penjara. Yippi betul sekali! Ada pulau Buru yang sama-sama menjadi pulau penjara di wilayah Indonesia Timur sana. Akan tetapi pulau Buru sekarang sudah tidak di fungsikan lagi sebagai pulau penjara. So, otomatis satu-satunya pulau yang dijadikan penjara sekarang hanyalah pulau Nusakmabangan.


        Ada banyak rumah Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Pulau ini. Yang paling tua adalah LP Permisan yang letaknya dekat pantai permisan. Pantai Permisan berlokasi di ujung selatan Pulau Nusakambangan. Untuk mencapainya, sejumlah bangunan lapas harus dilewati. Adalah pengalaman tersendiri melihat langsung tempat narapidana kelas berat menjalani hukuman. Di antaranya, Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Kembangkuning, Lapas Permisan, dan Lapas Super Maximum Security (SMS) yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Permisan.


Di Nusakambangan, sebenarnya ada sembilan lapas di luar Lapas SMS. Lapas Permisan merupakan lapas tertua yang dibangun pada 1908, kemudian Lapas Karanganyar dan Lapas Nirbaya yang sama-sama didirikan pada 1912.


Berikutnya, ada Lapas Batu (1925), Lapas Karangtengah dan Lapas Gliger (1928), Lapas Besi (1929), Lapas Limusbuntu (1935), serta Lapas Kembangkuning (1950). Sebagian di antara lapas-lapas itu sekarang tidak difungsikan lagi.


            Ada sebuah cerita yang pernah penulis dapat ketika berkunjung Nusakambangan, bahwa dahulu bila ada "orang rantai" (sebutan untuk narapidana) yang masuk ke Nusakambangan sudah bisa dipastikan dia tidak akan kembali lagi ke rumahnya. Lho kenapa? Lingkungan Nusakambangan sebagian besar masih berupa hutan belantara dan pulau ini dikelilingi oleh perairan yang berarus dalam. Jadi walupun dekat dengan daratan Cilacap mereka tidak akan bisa melarikan diri keluar pulau ini. (Jadi ingat film Johny Indo, salah satu napi Nusakambangan yang pernah mencoba kabur tapi akhirnya tertangkap lagi).


        Ada hal unik lain dari Pulau Penjara Nusakambangan ini. Semua Narapidana yang ada di sana bukan merupakan napi yang di vonis atau hukumannya ditempatkan langsung di Nusakambangan ketika dibacakan vonis. Mereka yang ada di Nusakambangan adalah napi titipan dari LP lain yang ada di seluruh Indonesia dengan banyak alasan. Misalnya di LP yang lama mereka tidak bisa dibina atau mereka para gembong teroris atau para Bandar narkoba. So, yang pasti napi yang tinggal di Nusakambangan adalah napi "kelas kakap" alias "penjahat kelas wahid". Apalagi sekarang ada LP SMS (Super Mkasimum Security). Wuih tambah mirip Alcatraz ya (sayang penulis penulis tidak punya fotonya, soalnya kalo mau foto harus nyolong-nyolong nih!).


        Di balik "sangar"nya gelar Nusakambangan sebagai "pulau Penjara". Ternyata pulau ini menyimpan keindahan yang tak terlukiskan. Bahkan kalau penulis boleh bilang, keindahan Nusakambangan bisa disamakan dengan Bali. Dengan pemandangan alam hutan karet peninggalan Belanda (dahulu para napi dipekerjakan sebagai petani karet), ada pantai Permisan, pantai Karang Bolong, pantai pasir putih dengan batu karang dan koral serta kerang-kerang aneka rupa berserakan ditepi pantai. Pokoknya indah! Selain itu pulau ini juga menyimpan monumen bersejarah selain adanya LP tadi. Pulau Nusakambangan merupakan salah satu basis pertahanan milik Belanda di kawasan Selatan Pulau Jawa. Karena wilayah perairan sekitar Teluk Penyu ini dalam dan bisa untuk keluar masuk kapal besar. Ini terbukti dari adanya peninggalan bekas Benteng Belanda di sebelah timur Pulau ini.



 


Jadi tertarik untuk berkunjung? Jadi napi dulu.......(he..he.. bercanda). Meski dibuka untuk wisatawan, "kekhususan" Pulau Nusakambangan tetap berlaku. Wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau ini tanpa melalui penyeberangan Wijayapura - Sodong bisa lewat pantai Teluk Penyu. Di sini banyak Nelayan yang menawarkan jasa sewa perahu untuk bisa ke pulau Nusakambangan yaitu di pantai Karang Bolong. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu satu perahu.


Wisatawan juga bisa melalui "jalur resmi" yaitu melalui ijin dari Depbudpar Cilacap dan pihak LP Nusakambangan. Jadi kita tidak bisa seenaknya masuk ke kawasan pulau tersebut tanpa izin. Untuk menuju Pantai Permisan, wisatawan harus datang secara berombongan minimum 20 orang.


Dari Kota Cilacap, wisatawan menyeberang dengan KM Pengayoman II menuju dermaga Sodong. Tarif untuk setiap wisatawan Rp 25 ribu. Jika membawa mobil sendiri, wisatawan harus menambah ongkos Rp 75 ribu. Rombongan wisatawan bisa menyeberang dari dermaga Wijayapura ke dermaga Sodong dengan jadwal reguler KM Pengayoman II. Wisatawan yang tidak ingin terikat jadwal pelayaran reguler bisa mencarter di luar jam. Wisatawan yang menyeberang melalui penyeberangan reguler memang sangat terikat dengan jam penyeberangan. Tapi, kalau carter, mereka memang tak harus terikat jam pemberangkatan atau kepulangan karyawan lapas. Karena "kekhususan" status Pulau Nusakambangan pula, wisatawan tidak hanya diantar guide dari disbudpar. Mereka juga harus dikawal petugas lapas menuju objek wisata yang akan dikunjungi. Waduh mau piknik aja ribet, tapi demi sebuah petualangan di "pulau penjara" it's oke. Yuuuks........!


 


 

http://www.tunasharapan.net